Tak bisa ku pungkiri

Tak tau kenapa kau pergi tinggalkan ku

Tak tau kenapa ku tak bisa menggapaimu

Tak tau dimana ku bisa temukanmu

Tak tau kapan kau kan menghampiriku

Jujur dalamhatiku tak bisa lupakanmu, senyumu hadir di setiap malamku walaupun aku tak pernah temukanmu. Bayangmu datang di setiap siangku walau hujan datang menghampiri. Begitu dekat kurasa tapi ku tak bisa menggapaimu. Jarak tanpa batas tak bisa menghapus rasa rindu ini. Keramaian kota jakarta tak bisa hapuskan sepiku.

Kasih....

Ku tau kau disana, tidakkah kau rindukanku? kapankah waktu itu kan tiba? setiap malam ku mimpikan waktu itu kan datang. detik demi detik jam berjalan, hari demi hari ku lalui, bulan pun berganti. Sang kala memang tak mau menunggu, dengan egonya dia mengantarku di tahun ke empat penantian. Dirimu tak kunjung datang....

Sayang...

Ku tak tau apa jadinya aku tanpa dirimu, ku tak tau bagaimana menjalani hidup tanpa dirimu. Dimanakah belahan jiwaku berada? apakah kau rasakan betapa susahnya jantung ini berdetak tanpa dirimu. Andai kau disini saat ini....

Cinta...

tak bisa aku pungkiri aku tak bisa hidup tanpamu, tak bisa ku pungkiri aku merindukan dirimu melebihi segalanya. Cintamu adalah segala-galanya bagiku, sedikit saja itu sirna... hhmm... tiada gunalah hidup ini.

Manis...

Biarlah senyumu menghiasi dunia ini. Biarkan mereka gembira bila melihatmu, walau kegembiraan itu tak bisa kurasakan. Senyum manismu adalah anugrah semua umat.

i will mis you forever

Konyol dan menyedihkan (orang bali bilang TENGAL)

Pagi itu hujan lebat menerpa jakarta dan sekitarnya sejak malam harinya, seperti biasa aku berangkat menuju tempatku mengais rejeki. Siang itu hujan semakin deras dan berita tentang banjir mulai nongol di TiPi. Aku kerja sampai jam 5 sore dan segera berangkat pulang dengan maksud dapat melanjutkan istirahatku.

Kejadian konyol alias TENGAL itu terjadi ketika aku mencoba melewati kemacetan dengan mengendarai motorku lewat trotoar. Hatiku tertawa mendengar makian, suara klakson dan gas mobil, motor saling bersahutan. Tiba2.... (GUBRAK @#$%^&*..... Jantungku cuopot *&^%$#@! ) aku terjerumus ke dalam GOT (Ya ammmpuuuuuuuuuuuuuuuunnn......!), tiba2 motorku sudah kelelep dalam got, dan celanaku basah kuyup kerendem dalam GOT itu.

Tak tau dari mana datangnya tenaga, bagaikan om Rambo (set...set...set...) aku angkat motorku yang sudah ga ada suara lagi karena seluruh badan motor tenggelam dalam GOT itu. ketika aku coba nyalakan mesin dia benar2 tamat, tak ada tanda2 kehidupan, motorku benar2 habis (Hiks).

Aku tahu aku agak jaim, sehingga dalam keadaan seperti itu, disaksikan oleh orang2 yang aku tahu dalam hatinya pasti tertawa melihat keadaanku saat itu, begitu konyol dan memalukan. Tapi aku tak kalah mental, pura2 memandangi mereka dan menikmati kemacetan tersebut aku parkir motorku dan aku duduk diatasnya seakan2 tidak terjadi apa2 (du...du...du...nyanyi lagu kesukaan). untuk sesaat dalam hatiku merasa khawatir kalau2 motor tersebut tetap ga mau nyala dan.... ketika aku coba lagi untuk starter tetap ga mau, habislah aku.

15 menit berselang sejak kejadian itu berlalu, aku coba lagi untuk menyalakan enjinnya... ternyata Hyang Widhi masih baik padaku Si Biru kedengaran suaranya walau masih serak2 Basah gara2 abis kerendam air (Bret...betbetbet.....bret9&^$&9)%$ bret....)

Setelah sibiru mulai berkicau aku segera tancap gas dan mengejar ketinggalanku (Brum... brum...), dalam hatiku tertawa... membayangkan betapa memalukannya aku, kecebur dalam GOT!! Begitu KONYOL dan MENYEDIHKAN alias TENGAL......

***TAMAT***